ANALISIS PERENCANAAN DAN PENJADWALAN PROYEKPEMBANGUNAN PERUMAHAN DENGAN MENGGUNAKANMETODE PERT (Program Evaluation And Review Technique)

Penulis

  • Nerli Khairani Universitas Negeri Medan Penulis
  • Anastasya Putri Wibowo Universitas Negeri Medan Penulis
  • Anggi Pasha Aritonang Universitas Negeri Medan Penulis
  • Elizabeth Hutasoit Universitas Negeri Medan Penulis
  • Niquita Sepha Kanaya Universitas Negeri Medan Penulis

Kata Kunci:

Pendidikan, Negara Maju, Negara Berkembang, Kualitas Pendidikan, Pemerataan Akses

Abstrak

Artikel ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai perbedaan sistem pendidikan antara negara maju dan negara berkembang, khususnya terkait kualitas, pemerataan, serta faktor-faktor yang memengaruhi mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber seperti buku, jurnal, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju umumnya memiliki pendanaan pendidikan yang memadai, standar kualifikasi guru yang tinggi, kurikulum adaptif, serta pemanfaatan teknologi yang optimal dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, negara berkembang masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana, ketidakmerataan akses pendidikan, kualitas guru yang belum merata, serta kurikulum yang cenderung kaku dan berorientasi pada hafalan. Analisis ini menyimpulkan bahwa perbedaan kondisi sosial-ekonomi dan kebijakan berperan besar dalam membentuk kualitas sistem pendidikan kedua kelompok negara tersebut. Oleh karena itu, negara berkembang perlu melakukan penguatan kebijakan, Artikel ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai perbedaan sistem pendidikan antara negara maju dan negara berkembang, khususnya terkait kualitas, pemerataan, serta faktor-faktor yang memengaruhi mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber seperti buku, jurnal, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju umumnya memiliki pendanaan pendidikan yang memadai, standar kualifikasi guru yang tinggi, kurikulum adaptif, serta pemanfaatan teknologi yang optimal dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, negara berkembang masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana, ketidakmerataan akses pendidikan, kualitas guru yang belum merata, serta kurikulum yang cenderung kaku dan berorientasi pada hafalan. Analisis ini menyimpulkan bahwa perbedaan kondisi sosial-ekonomi dan kebijakan berperan besar dalam membentuk kualitas sistem pendidikan kedua kelompok negara tersebut. Oleh karena itu, negara berkembang perlu melakukan penguatan kebijakan,

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01