AN ANALYSIS CODE-MIXING IN IMAN USMAN AND MAUDYAYUNDA PODCAST : STUDY OF SOCIOLINGUISTICS

Penulis

  • Elgard Granada Tria Universitas Pamulang Penulis
  • Kayla Nadine Putri Azra Universitas Pamulang Penulis
  • Putra Adjie Wicaksono Universitas Pamulang Penulis
  • Rizki Aprian Pratamasyah Universitas Pamulang Penulis
  • Seviana Dian Nabilla Universitas Pamulang Penulis

Kata Kunci:

Sosiolinguistik, Campur Kode, Podcast

Abstrak

Bahasa merupakan bagian penting dari kehidupan dan komunikasi manusia. Di Indonesia, orang-orang sering tumbuh besar dengan berbicara lebih dari satu bahasa, yang secara alami mengarah pada penggunaan campur kode, kebiasaan menggabungkan dua bahasa atau lebih dalam satu percakapan. Fenomena ini sekarang menjadi lebih terlihat di ruang digital modern seperti podcast, di mana penutur berkomunikasi secara bebas dan santai. Penelitian ini membahas penggunaan campur kode dalam podcast Iman Usman dan Maudy Ayunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis campur kode yang digunakan oleh penutur dan untuk memahami alasan di balik penggunaan bahasa campuran mereka. Penelitian ini menerapkan teori Hoffman (1991), yang mengklasifikasikan campur kode menjadi tiga jenis: intra-sentensial, intra-leksikal, dan yang melibatkan pergeseran pengucapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus pada analisis transkrip podcast untuk menemukan contoh campur kode Indonesia-Inggris. Data kemudian dikelompokkan dan ditafsirkan berdasarkan bentuk dan fungsi campur bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis campur kode yang paling sering digunakan dalam podcast ini adalah campur kode intra-kalimat, di mana kata atau frasa bahasa Inggris disisipkan ke dalam kalimat bahasa Indonesia. Penggunaan campur kode ini terjadi karena beberapa alasan, seperti mengekspresikan gagasan dengan lebih jelas, terdengar lebih alami dan modern, serta menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan pendengar. Kesimpulannya, penggunaan campur kode dalam podcast Iman Usman dan Maudy Ayunda mencerminkan bagaimana penutur dwibahasa menggunakan bahasa secara fleksibel dan kreatif. Hal ini juga menunjukkan bahwa dalam komunikasi global saat ini, campur kode bukanlah tanda keterbatasan, melainkan cerminan identitas, pendidikan, dan gaya sosial.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01