DAMPAK KONSEP & MODEL BANGUNAN GEREJA BINTANGLIMA PADA PERTUMBUHAN ROHANI
Kata Kunci:
Gereja Bintang Lima, Desain Arsitektur Gereja, Fasilitas Ibadah, Kenyamanan Jemaat, Pertumbuhan Rohani.Abstrak
Artikel ini menganalisis konsep Model Gereja Bintang Lima sebagai respons terhadap perubahan zaman dan tuntutan generasi modern, yang mengharuskan gereja-gereja untuk tetap relevan, nyaman, dan menarik. Di era kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan ini, banyak gereja kehilangan daya tariknya karena tidak melakukan renovasi fisik atau pelayanan. Artikel ini menyoroti pentingnya kualitas bangunan dan fasilitas gereja dalam hal desain arsitektur, interior, dan eksterior, sebagai bagian integral dari pertumbuhan rohani jemaat. Gereja ideal tidak hanya fokus pada liturgi dan pengajaran, tetapi juga memperhatikan kenyamanan, keamanan, dan aksesibilitas bagi semua kelompok, termasuk orang dengan disabilitas. Konsep “lima bintang” diambil sebagai representasi kualitas tertinggi yang menonjolkan kesempurnaan dalam pelayanan, fasilitas, dan keindahan ruang ibadah. Suasana ibadah yang khidmat dan menyenangkan dapat diciptakan melalui elemen-elemen seperti area parkir yang memadai, sistem suara profesional, pencahayaan yang baik, toilet yang bersih, dan tata letak yang rapi dan indah. Oleh karena itu, model gereja bintang lima menggambarkan paradigma baru bagi gereja-gereja saat ini: gereja yang profesional dalam manajemennya, unggul dalam fasilitasnya, dan tetap fokus pada tujuan utamanya: memuliakan Allah dan mengembangkan iman jemaat melalui pengalaman ibadah yang berkualitas dan penuh kasih.




