BUKAN ISHAK, TAPI ISMAIL: MENGUNGKAP FAKTA ANAK YANG DISEMBELIH DALAM SURAH AL-SAFFAT AYAT 99-113
Kata Kunci:
Ismail, Ishak, Nabi Ibrahim, Tafsir, Isrā’īliyyātAbstrak
Studi ini menelaah kontroversi terkait identitas anak yang hendak disembelih oleh Nabi Ibrahim a.s. sebagaimana dikisahkan pada Al-Qur’an, khususnya Surah al-Ṣāffāt ayat 99–113. Pada tradisi Yahudi serta Kristen, anak tersebut dikenal sebagai Ishak (Isaac), sedangkan mayoritas mufasir Muslim berpendapat bahwasannya anak yang dutunjukkan ialah Ismail a.s. Kajian ini menggunakan pendekatan tafsir tematik dan historis-kritis terhadap karya-karya tafsir klasik seperti Jāmi‘ al-Bayān karya al-Ṭabarī, al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān karya al-Qurṭubī, serta Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm karya Ibn Kaṯīr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pandangan tersebut tidak hanya disebabkan oleh faktor tekstual, tetapi juga oleh pengaruh Isrā’īliyyāt dan dinamika sosial-budaya mufasir. Berlandaskan analisis terhadap dalil Al-Qur’an, hadis, dan bukti historis, penelitian ini menegaskan bahwasannya anak yang disembelih yaitu Nabi Ismail a.s. Peristiwa tersebut menjadi simbol ketundukan dan pengorbanan total kepada Allah Swt., sekaligus pondasi teologis bagi syariat kurban dalam Islam.




