AL-QUR’AN MENURUT PANDANGAN THEODOR NOLDEKE

Penulis

  • Hilman Hukamai Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Theodor Nöldeke, Al-Qur’an, Orientalisme, Sejarah Al-Qur’an, Kronologi Wahyu

Abstrak

Tulisan ini membahas pandangan Theodor Nöldeke (1836–1930), seorang orientalis Jerman yang dianggap sebagai pelopor kajian kritis terhadap Al- Qur’an di Barat. Karya monumentalnya, Geschichte des Qorans (Sejarah Al-Qur’an), menjadi tonggak penting dalam studi orientalis karena menawarkan pendekatan historis-kritis terhadap teks suci umat Islam. Melalui kajiannya, Nöldeke mengembangkan teori kronologi turunnya wahyu yang disusun berdasarkan gaya bahasa, tema, dan struktur retorika. Ia membagi surah-surah ke dalam empat periode, yaitu Mekah awal, Mekah pertengahan, Mekah akhir, dan Madinah. Menurut Nöldeke, Al-Qur’an tidak hanya dipandang sebagai wahyu transenden, tetapi juga sebagai dokumen historis yang mencerminkan dinamika sosial, politik, dan budaya masyarakat Arab pada masa Nabi Muhammad ﷺ. Pandangan ini menuai kritik dari para sarjana Muslim karena dinilai mengabaikan aspek ilahiah Al-Qur’an serta mengurangi kesakralannya. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kontribusi Nöldeke berpengaruh besar dalam membuka ruang diskusi akademik mengenai Al-Qur’an di Barat, serta menjadi rujukan bagi generasi orientalis sesudahnya. Artikel ini bertujuan menelaah metode, argumen, serta implikasi pemikiran Nöldeke dalam studi Al-Qur’an, baik dalam konteks orientalisme maupun dalam wacana perbandingan tafsir modern.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01