EKOWISATA SEBAGAI JEMBATAN: MENGUAK POTENSI DESA MELALUI KOLABORASI HARMONIS ANTARA MASYARAKAT, ALAM, DAN PASAR
Kata Kunci:
Pendidikan, Negara Maju, Negara Berkembang, Kualitas Pendidikan, Pemerataan AksesAbstrak
Artikel ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai perbedaan sistem pendidikan antara negara maju dan negara berkembang, khususnya terkait kualitas, pemerataan, serta faktor-faktor yang memengaruhi mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber seperti buku, jurnal, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju umumnya memiliki pendanaan pendidikan yang memadai, standar kualifikasi guru yang tinggi, kurikulum adaptif, serta pemanfaatan teknologi yang optimal dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, negara berkembang masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana, ketidakmerataan akses pendidikan, kualitas guru yang belum merata, serta kurikulum yang cenderung kaku dan berorientasi pada hafalan. Analisis ini menyimpulkan bahwa perbedaan kondisi sosial-ekonomi dan kebijakan berperan besar dalam membentuk kualitas sistem pendidikan kedua kelompok negara tersebut. Oleh karena itu, negara berkembang perlu melakukan penguatan kebijakan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerataan akses pendidikan, serta investasi berkelanjutan dalam infrastruktur dan teknologi pendidikan agar mampu mengejar ketertinggalan dan mewujudkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.




