EFEKTIVITAS BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPA SD MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR
Kata Kunci:
Efektivitas Bahan Ajar, Kearifan Lokal Sentani, Mahasiswa Calon Guru Sekolah DasarAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bahan ajar berbasis kearifan lokal Sentani Papua dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru Sekolah Dasar (PGSD). Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest, melibatkan 29 mahasiswa PGSD Universitas Cenderawasih sebagai partisipan. Intervensi berupa pembelajaran berbasis kearifan lokal diterapkan dalam mata kuliah Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Dasar, dengan fokus pada pengelolaan sumber daya alam dan praktik tradisional komunitas Sentani. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis, angket, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Wilcoxon Signed-Rank Test dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis mahasiswa setelah intervensi, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,49 yang tergolong dalam kategori sedang. Peningkatan kemampuan terlihat terutama pada indikator analisis dan inferensi. Selain itu, hasil validasi bahan ajar menunjukkan kelayakan tinggi, dan observasi menunjukkan tingkat keterlibatan mahasiswa yang baik selama pembelajaran. Studi ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dalam bahan ajar dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan secara budaya, sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis sebagai kompetensi utama abad ke-21. Meskipun demikian, penelitian ini mencatat bahwa durasi intervensi yang lebih panjang dan desain eksperimen dengan kelompok kontrol dapat memberikan hasil yang lebih optimal di masa depan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal, yang tidak hanya meningkatkan hasil belajar tetapi juga memperkuat identitas budaya mahasiswa dalam konteks pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif.




