PERBANDINGAN FRAGMENTASI BATUAN PADA LUBANG NORMAL DAN LUBANG LEDAK BASAH DENGAN LINER

Penulis

  • Jonathan Aprilino Tundan Universitas Palangka Raya Penulis
  • Steven Hagia Purba Universitas Palangka Raya Penulis
  • Yusias Andri Universitas Palangka Raya Penulis

Kata Kunci:

Peledakan, Fragmentasi, Liner

Abstrak

Peledakan yang efektif akan menghasilkan fragmentasi batuan yang optimal, yaitu ukuran batuan yang sesuai untuk proses selanjutnya, seperti pemuatan (loading) dan pengangkutan (hauling). Namun, seringkali dalam praktik, peledakan masih menghasilkan fragmentasi yang kurang seragam, dengan adanya bongkah-bongkah besar (boulder) yang menghambat proses produksi terlebih pada lubang dalam keadaan basah. Masalah ini diduga akibat dari faktor isian bahan peledak yang kurang tepat dan tentunya kondisi lubang yang berair. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil fragmentasi pada lubang kering dan lubang basah dengan liner dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi fragmentasi batuan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model Kuz-Ram dan metode fotografi dengan bantuan perangkat lunak. Hasil penelitian menunjukkan fragmentasi batuan pada lubang ledak kering cenderung menghasilkan ukuran fragmentasi yang lebih halus, seragam, dan sedikit bongkah besar dibandingkan dengan lubang basah yang menggunakan liner, dengan rata rata persentase ukuran ≥ 40 cm sebesar 21,15% dan persentase ukuran ≤ 40 cm sebesar 88,33%. Dan fragmentasi pada lubang basah dengan liner memiliki rata rata persentase ukuran ≥ 60 cm sebesar 11,04 % dan persentase ukuran ≤ 60 cm sebesar 88,99%.  Untuk faktor-faktor yang mempengaruhi fragmentasi pada lubang basah dan kering meliputi efektivitas bahan peledak, penggunaan liner, material Stemming, distribusi energi peledakan, hujan dan air tanah, penggunaan jumlah PF yang sama antara lubang basah dan kering.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-01