ANALISIS FLEET UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI OVERBURDEN DAN PENAMBANGAN BATUBARA DI PT. MITRA BARITO DESA PARING LAHUNG KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Kata Kunci:
Overburden, Batubara, Fleet Alat, Produktivitas, Match FactorAbstrak
PT. Mitra Barito merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang berlokasi di Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Pencapaian target produksi overburden dan batubara sangat dipengaruhi oleh produktivitas serta keserasian kerja alat gali muat dan alat angkut. Pada bulan Agustus, target produksi overburden ditetapkan sebesar 147.128 bcm/bulan dan target produksi batubara sebesar 31.344 ton/bulan, namun berdasarkan kondisi aktual target tersebut belum tercapai sehingga diperlukan evaluasi terhadap sistem fleet yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas fleet alat pada kegiatan pengupasan overburden dan penambangan batubara serta menentukan konfigurasi fleet yang optimal untuk mencapai target produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis produktivitas alat, efisiensi kerja, dan keserasian kerja (match factor) berdasarkan data waktu edar, waktu hambatan, dan jam kerja efektif. Fleet aktual pada kegiatan overburden terdiri dari dua fleet, yaitu fleet 1 dengan 1 excavator dan 3 articulated dump truck (ADT) serta fleet 2 dengan 1 excavator dan 2 ADT, dengan produktivitas sebesar 140,5 bcm/jam. Pada kegiatan batubara digunakan 1 fleet dengan 1 excavator dan 10 dump truck dengan produktivitas 250 ton/jam. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi fleet tersebut belum optimal. Setelah dilakukan perbaikan, diperoleh fleet overburden sebanyak dua fleet dengan masing-masing 1 excavator dan 6 ADT sehingga ketercapaian produksi meningkat menjadi 186.500 bcm/bulan. Pada kegiatan batubara, konfigurasi fleet menjadi 1 excavator dan 7 dump truck dengan ketercapaian produksi sebesar 56.715 ton/bulan. Konfigurasi fleet hasil perbaikan menunjukkan peningkatan produktivitas dan mampu memenuhi target produksi yang direncanakan.




