Tinjauan Analisis Krisis terhadap Asumsi Teori dan Praktik Manajemen Pendidikan: Implikasi bagi Kepemimpinan dan Peningkatan Mutu Sekolah
Kata Kunci:
Manajemen Pendidikan, Hubungan Teori Dan Praktik, Kepemimpinan Sekolah, Kualitas Pendidikan, Manajemen Krisis, Ketahanan OrganisasiAbstrak
Krisis dalam manajemen pendidikan telah memicu perubahan paradigma yang signifikan dalam teori maupun praktik pengelolaan sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan analisis kritis mengenai bagaimana berbagai krisis seperti pandemi COVID-19, bencana alam, serta disrupsi teknologi telah mengguncang asumsi-asumsi mendasar dalam teori manajemen pendidikan dan menimbulkan kesenjangan antara tataran konseptual dengan praktik implementasinya di lapangan. Melalui telaah literatur terhadap berbagai publikasi ilmiah dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2019–2024), hasil penelitian menunjukkan bahwa teori manajemen pendidikan konvensional masih berorientasi pada stabilitas organisasi dan belum sepenuhnya adaptif terhadap dinamika ketidakpastian. Sebaliknya, praktik manajemen di tingkat sekolah telah bergeser menuju pola kepemimpinan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan menekankan pada penguatan resiliensi institusional. Hasil kajian ini menegaskan bahwa situasi krisis menuntut rekonstruksi teori manajemen pendidikan agar lebih lentur, integratif, dan kontekstual, dengan menempatkan manajemen krisis serta kepemimpinan berbasis nilai-nilai humanistik sebagai elemen utama. Mutu pendidikan pada masa krisis tidak lagi sekadar diukur melalui capaian akademik, melainkan juga melalui kemampuan lembaga pendidikan untuk bertahan, beradaptasi, dan pulih dari berbagai tantangan. Dengan demikian, dibutuhkan model kepemimpinan sekolah yang mengedepankan kesiapsiagaan, kolaborasi, serta inovasi berkelanjutan guna memperkuat ketahanan sistem pendidikan menghadapi berbagai situasi yang tidak terduga.




