Artificial Intelligence Assistance in the Pre-understanding Process of Qur'anic Interpretation in the Digital Era

Penulis

  • Nirwan Nuraripin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Penulis

Kata Kunci:

Kecerdasan Buatan, Hermeneutika, Prapemahaman

Abstrak

Penggunaan kecerdasan buatan atau dikenal dengan istilah AI telah berkembang secara signifikan. Dewasa ini ChatGPT, Gemini AI, Meta I, dan chatbot lainnya mampu mengatasi masalah-masalah mendasar dalam proses penafsiran, seperti menganalisis aspek linguistik, menjelaskan konsep-konsep tertentu dalam agama, memberikan informasi dasar tentang manuskrip kitab tafsir bahkan memberikan pengalaman layaknya berinteraksi secara langsung dengan manusia. Meskipun begitu, generatif kecerdasan buatan ini tidak dapat menggantikan kerangka kerja metode tafsir yang telah disusun sedemikian rupa oleh para mufassir. Platform AI yang digunakan sebagai asisten untuk memahami makna-makna Al-Qur’an masih menyisakan masalah-masalah tertentu. Penelitian ini bertujuan bukan untuk menguji validitas generatif AI, namun lebih menekankan pada asistensi AI dalam proses hermeneutis yaitu prapemahaman (pre-understanding). Dengan melakukan pendekatan secara hermeneutis terhadap fenomena penggunaan kecerdasan buatan di tengah-tengah penafsiran Al-Qur’an dapat disimpulkan bahwa kecerdasan buatan hanya sebuah alat yang digunakan oleh pembaca untuk memahami teks yang ditulis oleh pengarangnya. Dalam konteks Al-Qur’an ia hanya alat untuk memahami firman Tuhan. Pengetahuan yang didapatkan hanya berada dalam tahap prapemahaman . Karena ia hanya bersifat prapemahaman maka belum dapat dikatakan sebagai sebuah ilmu atau pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengetahuan yang didapat harus tetap diteliti kembali baik secara sumber-sumbernya ataupun metodologinya.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-01