Pengaruh Literasi Digital Terhadap Kemampuan Berbahasa Indonesia Siswa Kelas 3 SD Kalukuang 2 Kota Makassar
Kata Kunci:
Literasi Digital, Kemampuan Berbahasa Indonesia, Siswa Sekolah DasarAbstrak
Literasi digital menjadi bagian penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, tetapi penerapannya belum memberikan hasil yang merata pada keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, kontribusinya terhadap kemampuan berbahasa siswa, serta faktor pendukung dan penghambat penerapannya di SD Kalukuang 2 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa kelas III. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, analisis tematik, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu, member check, peer debriefing, serta audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan literasi digital berada pada kategori baik dengan persentase 83,3%. Kemampuan berbahasa Indonesia siswa juga berada pada kategori baik dengan persentase 75,0%. Keterampilan menyimak memperoleh persentase tertinggi sebesar 83,3%, diikuti berbicara dan membaca masing-masing 75,0%, sedangkan menulis memperoleh 66,7% dan berada pada kategori cukup. Literasi digital mendukung keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca, sedangkan keterampilan menulis masih memerlukan latihan dan pendampingan yang lebih intensif. Faktor pendukung meliputi ketersediaan perangkat, kemauan belajar siswa, dan kemampuan guru mengoperasikan media digital. Faktor penghambat meliputi keterbatasan akses internet, perbedaan fasilitas di rumah, dan perhatian siswa yang mudah teralihkan oleh konten hiburan.




