PENGELOLAAN LAYANAN EKSTRAKURIKULER SISWA SMAN 2 JENEPONTO
Kata Kunci:
Pengelolaan, Ekstrakurikuler, Perencanaan, Pelaksanaan, EvaluasiAbstrak
Penelitian ini berfokus pada kajian mengenai pengelolaan layanan ekstrakurikuler siswa di SMAN 2 Jeneponto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan di SMAN 2 Jeneponto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala urusan kesiswaan, pembina ekstrakurikuler, pengajar ekstrakurikuler serta siswa. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui proses kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada tahap perencanaan layanan ekstrakurikuler dilakukan melalui rapat kerja unit sekolah, dengan mengidentifikasi minat bakat siswa, penyusunan program kerja tahunan, pembagian tugas guru pembina serta alokasi anggaran dan fasilitas. Sementara itu, pada tahap pelaksanaan, kegiatan ekstrakurikuler berjalan sesuai jadwal dan mencakup berbagai bidang seperti olahraga, seni, kepramukaan, dan organisasi siswa lainnya. Para guru pembina dan pengajar memberikan bimbingan dan motivasi yang baik. Namun, ada beberapa tantangan yaitu keterbatasan fasilitas pendukung dan masalah ketidakhadiran sebagian siswa. Terakhir pada tahap evaluasi, sekolah melakukan penilaian program secara berkala. Kegiatan tersebut didasarkan pada laporan kegiatan, capaian dalam lomba dan Tingkat keaktifan siswa, yang hasilnya kemudian digunakan sebagai landasan untuk perbaikan program selanjutnya. Dapat disimpulkan bahwa pengelolaan layanan ekstrakurikuler siswa di SMAN 2 Jeneponto telah berjalan dengan baik dan sistematis. Peran ekstrakurikuler sangat penting dalam mengembangkan potensi, karakter, dan keterampilan sosial siswa. Meskipun demikian, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, memperkuat dukungan dari pembina dan mendorong motivasi siswa agar kegiatan ini dapat memberikan hasil yang jauh lebih optimal




