DAMPAK PERTUMBUHAN PEMUKIMAN TERHADAP KUALITAS AIR TANAH DI PETAMBURAN TANAH ABANG
Kata Kunci:
Air Tanah, Pemukiman Padat, Kualitas Air, TDS, Ph, Petamburan, Tanah AbangAbstrak
Pertumbuhan pemukiman yang pesat di Kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas air tanah Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air tanah di area pemukiman dengan kepadatan berbeda. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel air dari 6 sumur gali yang mewakili dua kategori kepadatan penduduk yaitu pemukiman padat dan tidak padat. Parameter yang diukur meliputi pH, kekeruhan, dan Total Dissolved Solids (TDS) menggunakan alat portable, serta observasi kondisi fisik lingkungan sekitar sumur. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas air di area padat penduduk cenderung lebih buruk dengan pH rata-rata 6,2, TDS 850 850mg/L, dan kekeruhan tinggi. Nilai TDS di area Petamburan telah melampaui ambang batas air layak konsumsi menurut Permenkes No. 492 Tahun 2010 yang menyatakan batas TDS di 500 mg/L. Faktor penyebab utama adalah jarak sumur dengan septic tank yang dekat (kurang dari 10 meter), sistem drainase buruk, dan tidak adanya penutup sumur yang baik. Disimpulkan bahwa kepadatan pemukiman mempengaruhi kualitas air tanah. Diperlukan sosialisasi tentang jarak aman sumur dengan sumber pencemaran kepada Masyarakat.




