RESILIENSI IBU YANG MEMILIKI ANAK DENGAN GANGGUAN KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY)
Kata Kunci:
Resiliensi, Ibu, Speech Delay, Pengasuhan, Perkembangan AnakAbstrak
Keterlambatan bicara (speech delay) merupakan salah satu gangguan perkembangan yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi anak dan berdampak pada kondisi psikologis orang tua, khususnya ibu sebagai pengasuh utama. Kondisi tersebut menuntut ibu untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan emosional, sosial, maupun psikologis sehingga diperlukan kemampuan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana resiliensi ibu yang memiliki anak dengan keterlambatan bicara serta proses adaptasi yang dialami selama mendampingi perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga orang ibu yang memiliki anak dengan speech delay. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan lima aspek resiliensi menurut Connor dan Davidson, yaitu personal competence, trust in one's instincts, positive acceptance of change, control, dan spiritual influences. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi ibu berkembang melalui proses penerimaan kondisi anak, pengelolaan emosi, kemampuan mencari solusi terhadap hambatan perkembangan anak, dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan, serta penguatan nilai-nilai spiritual. Meskipun pada awalnya para partisipan mengalami perasaan sedih, kecewa, bersalah, dan cemas, mereka mampu beradaptasi sehingga tetap menjalankan peran pengasuhan secara optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi menjadi faktor penting yang membantu ibu mempertahankan kesejahteraan psikologis sekaligus mendukung proses perkembangan anak dengan keterlambatan bicara.




