ANALISIS KADAR HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN MANIFESTASI KELAINAN KULIT DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR TAHUN 2023-2024
Kata Kunci:
Diabetes Melitus Tipe 2, Hba1c, Manifestasi Kelainan Kulit, Kontrol Glikemik, Diabetic FootAbstrak
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global dan sering disertai komplikasi termasuk manifestasi kelainan kulit. Kontrol glikemik jangka panjang yang dinilai melalui kadar HbA1c berperan penting dalam perkembangan komplikasi tersebut. Hiperglikemia kronik memicu gangguan mikrovaskular, neuropati, serta disfungsi imun kulit yang meningkatkan risiko kelainan kulit. untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c dengan manifestasi kelainan kulit pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien diabetes melitus tipe 2 periode tahun 2023-2024. Sampel penelitian berjumlah 156 pasien yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Kadar HbA1c diklasifikasikan menjadi terkontrol (<7%) dan tidak terkontrol (≥7%), sedangkan manifestasi kelainan kulit dikategorikan menjadi ada dan tidak ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manifestasi kelainan kulit ditemukan pada 36% pasien, dengan jenis kelainan terbanyak berupa diabetic foot, diikuti oleh abses kulit. Mayoritas pasien dengan kadar HbA1c terkontrol tidak mengalami kelainan kulit, sedangkan pada pasien dengan kadar HbA1c tidak terkontrol sebagian besar mengalami kelainan kulit. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dan manifestasi kelainan kulit (p < 0,05). kadar HbA1c yang tidak terkontrol berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kelainan kulit pada pasien diabetes melitus tipe 2. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian glikemik jangka panjang sebagai upaya pencegahan komplikasi kulit dan peningkatan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2.




