GAMBARAN KEJADIAN PERDARAHAN INTRAOPERATIF PADA SIRKUMSISI METODE THERMOCAUTERY PADA ANAK KHITANAN MASAL DI ACARA BAKSOS FAKULTAS KEDOKTERAN UNJANI TAHUN 2026: STUDI DESKRIPTIF

Penulis

  • Fitriardi Sejati Universitas Jendral Achmad Yani Penulis
  • Varrel Agviandra Yendi Rizhanta Universitas Jendral Achmad Yani Penulis
  • Rosalia Rahardja Universitas Jendral Achmad Yani Penulis
  • Regina Oktavia Zahra Universitas Jendral Achmad Yani Penulis
  • Pradita Putri Prameswari Universitas Jendral Achmad Yani Penulis

Kata Kunci:

Khitanan Masal, Sirkumsisi, Termokauter, Perdarahan Intraoperatif

Abstrak

Latar belakang: Sirkumsisi merupakan tindakan bedah yang sering dilakukan pada anak. Perdarahan adalah komplikasi perioperatif yang relevan karena dapat memerlukan koagulasi, balutan tekan, atau jahitan tambahan. Teknik termokauter dirancang untuk memotong dan mengendalikan perdarahan secara cepat, tetapi data praktik lapangan pada kegiatan khitanan massal masih terbatas. Studi termokauter pada 1.780 anak melaporkan satu perdarahan perioperatif, sedangkan penelitian lain pada 12.355 anak tidak menemukan perdarahan yang memerlukan intervensi bedah, meskipun balutan kompresif digunakan pada kasus perdarahan sedang. Tujuan: Menggambarkan kejadian dan derajat perdarahan intraoperatif serta kebutuhan hemostasis tambahan pada anak yang menjalani sirkumsisi metode thermocautery dalam kegiatan bakti sosial Fakultas Kedokteran UNJANI tahun 2026. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional menggunakan data primer seluruh peserta yang tercatat dalam kegiatan bakti sosial. Total sampling diterapkan terhadap 117 anak. Variabel yang dianalisis meliputi usia, berat badan, lama tindakan, derajat perdarahan, hemostasis tambahan, jumlah jahitan tambahan, dan komplikasi intraoperatif lain. Data numerik diringkas sebagai rerata ± mean, median, minimum–maksimum, dan kuartil; data kategorik sebagai frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 117 anak, median usia adalah 5,0 tahun (rentang 0,17–12), median berat badan 18,0 kg (6–39), dan median lama tindakan 26 menit (15–58). Perdarahan intraoperatif ringan terjadi pada 6 anak (5,1%); tidak ditemukan perdarahan sedang atau berat. Seluruh 6 kasus perdarahan memerlukan hemostasis tambahan dan jahitan tambahan, sedangkan 111 anak (94,9%) tidak mengalami perdarahan. Tidak terdapat komplikasi intraoperatif lain yang tercatat. Kesimpulan: Dalam kegiatan bakti sosial ini, perdarahan intraoperatif pada sirkumsisi thermocautery tercatat pada 5,1% anak dan seluruhnya dikategorikan ringan. Temuan ini menggambarkan keamanan perioperatif pada satu kegiatan dan satu sistem pelayanan, tetapi tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan keunggulan kausal thermocautery tanpa pembanding dan definisi perdarahan yang lebih terstandar.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-01