Effektivitas Progressive Muscle Relaxation (Pmr) Terhadap Tingkat Fatigue (Kelelahan) Pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) Yang Melakukan Hemodialisa Di Unit Rawat
Kata Kunci:
Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Keletihan, Progressive Muscle Relaxation (PMR)Abstrak
Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah penyakit yang bersifat progresif dan tidak dapat disembuhkan, ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR). Dalam kondisi ini, uremia mengganggu kemampuan ginjal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit. Salah satu gejala yang paling umum pada pasien yang menjalani hemodialisa adalah keletihan, yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Relaksasi otot progresif merupakan salah satu intervensi non-farmakologis dalam keperawatan yang dapat digunakan untuk mengatasi keletihan pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap keletihan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Desain penelitian yang digunakan adalah case resport (laporan kasus), yang dilaksanakan di unit Rawat Inap rumah sakit Sint Carolus, dengan 4 pasien yang memiliki diagnosa medik yang sama, yaitu CKD On HD Stage V. Untuk mengukur tingkat keletihan, digunakan instrumen Fatigue Assessment Scale (FAS). Intervensi dilakukan selama 10-20 menit selama 2 hari di unit rawat inap RS Sint Carolus. Evaluasi keletihan responden dilakukan sehari setelah dilakukan intervensi terapi PMR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor keletihan setelah intervensi terapi PMR yang dilakukan kepada keempat pasien di dapatkan hasil tingkat kelelahan sebelum dilakukan terapi PMR rata- rata berada pada tingkat berat (>35) dan sedang (33-34) dan setelah dilakukan intervensi PMR tingkat kelelahan pada pasien berada pada tingkat ringan (23- 32) dan sedang (33-34). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif dalam mengurangi keletihan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Temuan ini dapat diterapkan oleh perawat secara mandiri untuk membantu pasien GGK dalam mengurangi tingkat keletihan mereka




