Potensi Campuran Sampah Plastik, Oli Bekas dan Ampas Tebu Sebagai Bahan Pembuatan Paving Blok
Kata Kunci:
Limbah Plastik, Limbah Oli, Ampas Tebu, Pasir, Paving BlokAbstrak
Salah satu faktor utama yang mengancam lingkungan adalah limbah yang di hasilkan dalam jumlah besar dan menyebabkan kerusakan parah bagi penduduk maupun lingkungan seperti limbah plastik, limbah oli yang merupakan bahan berbahaya dan beracun serta limbah organik. Peningkatan produksi limbah plastik, limbah oli, ampas tebu, dan pasir merupakan masalah lingkungan yang mendesak. Penanganan yang tepat terhadap limbah tersebut menjadi sangat penting untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat diambil adalah dengan mengintegrasikan limbah-limbah tersebut dalam pembuatan material konstruksi seperti paving blok. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan limbah plastik, limbah oli, ampas tebu, dan pasir dalam pembuatan paving blok yang memiliki kualitas teknis yang baik dan berkontribusi pada pengurangan limbah. Metodologi penelitian melibatkan pengumpulan sampel limbah plastik seperti kantong kresek, botol plastik, limbah oli, ampas tebu, dan pasir dari sumber yang berbeda, diikuti dengan pemanasan dan pencetakan dari bahan-bahan tersebut. Proses produksi paving blok menggunakan bahan-bahan tersebut dievaluasi dengan cermat, termasuk pengaruh komposisi campuran terhadap kepadatan, dan efek lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah plastik dapat digunakan sebagai agen pengikat yang efektif meningkatkan kepadatan dan daya tahan dalam campuran paving blok. Limbah oli dapat dimanfaatkan sebagai pelumas dan penghilang kelembaban, sedangkan ampas tebu dapat memberikan sifat isolasi termal yang baik. Pasir masih menjadi komponen utama dalam paving blok yang memberikan stabilitas struktural. Penggunaan limbah plastik, limbah oli, ampas tebu, dan pasir dalam pembuatan paving blok telah terbukti berhasil mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, serta memberikan solusi alternatif yang ramah lingkungan. Paving blok yang dihasilkan dari bahan-bahan tersebut juga memiliki kualitas yang memadai untuk digunakan dalam proyek konstruksi, dengan daya tahan yang baik terhadap lingkungan yang memadai. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pengurangan limbah dan peningkatan pemanfaatan bahan-bahan limbah dalam industri konstruksi. Di masa depan, pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan limbah-limbah tersebut dalam material konstruksi dapat menjadi langkah penting menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan




