Efisiensi Penggunaan Rontgen Panoramik Dalam Mendeteksi Gigi Supernumerary Mesiodens: Literature Review
Kata Kunci:
Rontgen Panoramik, Mesiodens, Gigi Supernumerary, Deteksi, Efisiensi, Literature ReviewAbstrak
Latar Belakang: Gigi supernumerary, khususnya mesiodens, merupakan anomali perkembangan gigi yang umum terjadi dan seringkali asimtomatik. Deteksi dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius seperti impaksi gigi permanen, maloklusi, dan pembentukan kista. Radiografi panoramik adalah modalitas pencitraan yang sering digunakan dalam praktik kedokteran gigi karena kemampuannya untuk memberikan gambaran luas dari struktur maksilofasial. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi penggunaan rontgen panoramik dalam mendeteksi mesiodens, dengan menganalisis kelebihan, kekurangan, serta membandingkannya dengan modalitas radiografi lainnya. Metode: Pencarian literatur dilakukan pada database elektronik seperti PubMed, Google Scholar, dan Scopus menggunakan kata kunci "panoramic radiography", "mesiodens", "supernumerary teeth", "detection", "efficiency", dan "accuracy”. Hasil: Rontgen panoramik terbukti efisien sebagai alat skrining awal untuk mendeteksi keberadaan mesiodens karena cakupannya yang luas dan dosis radiasi yang relatif rendah. Namun, keterbatasannya terletak pada resolusi gambar yang lebih rendah, potensi distorsi, superimposisi struktur anatomi, dan kurangnya informasi tiga dimensi. Keterbatasan ini dapat menghambat penentuan posisi (bukal/palatal) dan orientasi (inverted/normal) mesiodens secara akurat. Studi menunjukkan bahwa radiografi intraoral (periapikal, oklusal) atau Cone Beam Computed Tomography (CBCT) seringkali diperlukan sebagai pelengkap untuk diagnosis yang lebih presisi dan perencanaan perawatan yang optimal. Kesimpulan: Meskipun rontgen panoramik adalah modalitas skrining yang efektif untuk mesiodens, ia memiliki keterbatasan dalam memberikan detail lokasi dan orientasi yang akurat. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilengkapi dengan modalitas radiografi lain seperti periapikal, oklusal, atau CBCT, terutama untuk kasus yang kompleks atau memerlukan intervensi bedah.




