Efektitivas Penggunaan Barrier Cream Dalam Pencegahan Ruam Popok Pada Bayi Selama Fototerapi Di Rs X Jakarta Utara

Penulis

  • Heni Nuraeni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus Jakarta Penulis
  • Hero Marnika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus Jakarta Penulis
  • Yuniar Setianingsih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus Jakarta Penulis
  • Elisabeth Isti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Neonatus, Integritas Kulit, Diaper Dermatitis, Fototerapi, Barrier Cream

Abstrak

Kulit neonatus memiliki karakteristik yang belum matang, terutama pada fungsi barrier kulit, sehingga lebih rentan mengalami gangguan integritas kulit, khususnya di area popok. Kondisi ini semakin berisiko pada neonatus yang menjalani fototerapi akibat peningkatan frekuensi buang air kecil dan buang air besar. Studi ini membahas empat kasus neonatus dengan hiperbilirubinemia yang menjalani fototerapi menggunakan metode Double Bluelight, dengan fokus pada risiko dan pencegahan gangguan integritas kulit area popok. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa secara umum integritas kulit bayi masih terjaga, meskipun pada sebagian kasus ditemukan tanda awal berupa eritema ringan di lipatan kulit. Tidak ditemukan ruam popok berat, erosi, maupun infeksi sekunder selama periode observasi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi pergantian popok secara teratur, pembersihan area genital dengan teknik yang tepat, penggunaan barrier cream. Praktik pencegahan ini terbukti efektif dalam mempertahankan kondisi kulit meskipun terdapat faktor risiko seperti kelembapan tinggi dan paparan iritan selama fototerapi. Studi ini menegaskan bahwa penerapan intervensi keperawatan yang komprehensif dan berkelanjutan berperan penting dalam mencegah terjadinya diaper dermatitis pada neonatus yang menjalani fototerapi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-01