PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA PASIEN DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN
Kata Kunci:
Skizofrenia, Risiko Perilaku Kekerasan, Relaksasi Otot Progresif, Asuhan Keperawatan JiwaAbstrak
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang sering disertai gejala risiko perilaku kekerasan (RPK). Perilaku kekerasan yang tidak terkendali dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Terapi Relaksasi Otot Progresif (ROP) merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif untuk menurunkan ketegangan fisik dan emosional pada pasien Resiko Perilaku Kekerasan (RPK). Tujuan: Mengevaluasi penerapan asuhan keperawatan jiwa melalui terapi Relaksasi Otot Progresif (ROP) dalam mengontrol emosi marah dan menurunkan gejala pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Metode: Laporan ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada Tn. M (44 tahun) dengan masalah utama risiko perilaku kekerasan di RSKD Duren Sawit. Intervensi dilakukan dengan mengajarkan teknik relaksasi otot progresif dengan tujuan untuk mengencangkan dan melemaskan kelompok otot secara sistematis untuk mencapai relaksasi mendalam. Hasil: Penerapan terapi Relaksasi Otot Progresif (ROP) dapat membantu pasien mengenali tanda-tanda fisik kemarahan dan memberikan rasa tenang secara fisik. Pasien mampu mendemonstrasikan teknik relaksasi secara mandiri, yang berkontribusi pada stabilitas emosi dan peningkatan kontrol diri terhadap dorongan impulsif. Kesimpulan: Terapi Relaksasi Otot Progresif (ROP) efektif sebagai strategi preventif dalam manajemen asuhan keperawatan pasien risiko perilaku kekerasan dan untuk meningkatkan kemampuan koping dan mengendalikan amarah.




