PENERAPAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART PADA NN.A DENGAN SKIZOFRENIA : HALUSINASI PENDENGARAN DI UNIT EDELWEIS 2 RSKD DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR

Penulis

  • Maria Valeris Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus Penulis
  • Jesika Pasaribu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus Penulis

Kata Kunci:

Musik Klasik Mozart, Halusinasi Pendengaran, Zkizofrenia

Abstrak

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala positif yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Gejala ini dapat mengganggu fungsi sosial, emosional, dan meningkatkan risiko perilaku maladaptif apabila tidak ditangani secara optimal. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi keperawatan non-farmakologis yang mudah diterapkan dan berkelanjutan, salah satunya adalah terapi musik klasik Mozart. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu pasien dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi berupa terapi musik klasik Mozart diberikan secara terjadwal selama beberapa hari. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi klinis dan pengukuran skor Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penerapan terapi musik klasik Mozart menunjukkan penurunan bertahap frekuensi halusinasi, perbaikan kontrol emosi, peningkatan kemampuan interaksi sosial, serta penurunan skor AHRS dari kategori berat menjadi ringan. Terapi musik klasik Mozart efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk membantu pasien mengontrol halusinasi pendengaran dan meningkatkan ketenangan emosional. Terapi musik klasik Mozart efektif sebagai intervensi keperawatan non farmakologis untuk membantu pasien mengontrol halusinasi pendengaran dan meningkatkan ketenangan emosional.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-01