Faktor Yang Berhubungan Dengan Safety Driving Pada Supir Angkot PT. Wulan Taksi Medan-Batang Kuis
Kata Kunci:
Safety Driving, Pengetahuan, Masa Berkendara, Kepemilikan SIM, Supir Angkot, Kecelakaan Lalu LintasAbstrak
Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab utama kematian dan cedera di Indonesia, khususnya pada pengemudi angkutan umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku safety driving pada supir angkot PT. Wulan Taksi Medan-Batang Kuis. Masalah keselamatan transportasi publik di daerah urban dan sub-urban memerlukan perhatian khusus karena melibatkan keselamatan masyarakat luas selaku pengguna jasa angkutan umum jalan raya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengemudi angkutan kota yang bernaung di bawah manajemen PT. Wulan Taksi Medan-Batang Kuis. Jumlah responden sebanyak 70 orang supir angkot yang dipilih secara keseluruhan melalui metode total sampling. Data primer dikumpulkan secara langsung melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari data internal perusahaan dan literatur pendukung. Analisis data dilakukan secara bertahap meliputi analisis univariat untuk gambaran distribusi frekuensi, serta analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian univariat menunjukkan mayoritas pengemudi memiliki pengetahuan berkendara yang baik, didominasi oleh kelompok usia tua (≥ 30 tahun), dan telah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Berdasarkan analisis bivariat, hasil uji statistik membuktikan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pengemudi (p=0,000), masa berkendara atau pengalaman mengemudi (p=0,000), dan kepemilikan SIM secara legal (p=0,001) dengan perilaku berkendara aman (safety driving). Di sisi lain, analisis terhadap variabel usia kronologis pengemudi tidak menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan perilaku safety driving di lapangan (p=0,522). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa perilaku keselamatan berkendara (safety driving) pada supir angkot dipengaruhi secara nyata oleh faktor kompetensi kognitif (pengetahuan), jam terbang berkendara (masa berkendara), serta legalitas administratif formal yang mencerminkan kelayakan mengemudi (kepemilikan SIM). Oleh karena itu, direkomendasikan kepada pihak manajemen PT. Wulan Taksi dan instansi dinas perhubungan terkait untuk secara berkala menyelenggarakan program edukasi keselamatan, pelatihan mengemudi defensif, serta penegakan kepatuhan terhadap administrasi berkendara demi mereduksi angka risiko kecelakaan di jalan raya




