STUDI KOMPARATIF METODE KOMPOSTING TAKAKURA DAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DALAM REDUKSI SAMPAH ORGANIK DOMESTIK: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR
Kata Kunci:
Sampah Organik Domestik, Keranjang Takakura, Lubang Resapan Biopori, Kompos, Studi LiteraturAbstrak
Peningkatan timbulan sampah organik domestik memerlukan metode pengelolaan yang efektif, praktis, dan ramah lingkungan. Keranjang Takakura dan Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan dua metode yang banyak diterapkan untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas kedua metode tersebut berdasarkan karakteristik operasional, kualitas kompos, kapasitas reduksi sampah, dan manfaat lingkungan yang dihasilkan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai jurnal dan sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif berdasarkan parameter proses pengomposan, kualitas fisik dan kimia kompos, serta aspek operasional dan lingkungan. Hasil kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa metode Takakura memiliki keunggulan dalam kecepatan dekomposisi, yaitu sekitar 12–28 hari, kemudahan pengelolaan, pengendalian kelembaban, minim akan bau, dan tingkat penerimaan oleh masyarakat yang tinggi. Sementara itu, metode LRB umumnya membutuhkan waktu 21–60 hari, namun mampu serta unggul dalam kapasitas reduksi sampah organik sebesar 53,61–71,17%, kandungan unsur kalium yang lebih tinggi, serta memberikan manfaat tambahan berupa peningkatan resapan air dan pengurangan limpasan permukaan. Berdasarkan hasil kajian, kedua metode efektif diterapkan dalam pengelolaan sampah organik domestik, namun metode Takakura lebih sesuai untuk kawasan perkotaan dengan lahan terbatas, sedangkan LRB lebih cocok diterapkan pada area yang memiliki lahan terbuka dan membutuhkan fungsi ekologis tambahan.




