PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM BANK SAMPAH DI INDONESIA: SEBUAH KAJIAN LITERATUR
Kata Kunci:
Bank Sampah, Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Sampah, Ekonomi SirkularAbstrak
Permasalahan sampah di Indonesia masih menjadi isu lingkungan yang belum terselesaikan secara optimal. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah nasional pada tahun 2023 mencapai 56,63 juta ton, namun baru sekitar 39 persen yang dikelola secara layak, sementara sebagian besar tempat pembuangan akhir masih mengalami kelebihan kapasitas. Salah satu pendekatan berbasis masyarakat yang banyak dikembangkan untuk mengatasi masalah ini adalah program bank sampah, yang merupakan implementasi konsep reduce, reuse, dan recycle pada skala komunitas. Keberhasilan bank sampah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, baik dalam tahap pemilahan, penyetoran, maupun pengelolaannya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program bank sampah serta bagaimana kualitas partisipasi tersebut terbentuk, melalui kajian literatur terhadap empat studi yang dilakukan di Semarang, Sumbawa, Bekasi, dan Bandung. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap masyarakat secara konsisten menjadi faktor pendorong utama partisipasi, sementara tingkat pendidikan formal dan pendapatan tidak selalu berpengaruh signifikan. Di sisi lain, studi kualitatif menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat sering kali masih terbatas pada tahap pelaksanaan dan penerimaan manfaat, belum menyentuh tahap pengambilan keputusan secara penuh. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan edukasi serta pelibatan masyarakat secara lebih substantif dalam pengelolaan bank sampah ke depannya.




