PENGEMBANGAN MESIN PENETAS TELUR BERBASIS MIKROKONTROLER ESP32 SEBAGAI SISTEM PEMANTAUAN DENGAN NOTIFIKASI REAL-TIME

Penulis

  • Indah Laela Salsabilah Universitas Teknologi Sumbawa Penulis
  • Juniardi Akhir Putra Universitas Teknologi Sumbawa Penulis

Kata Kunci:

ESP32, Internet of Things (IoT), Mesin Penetas Telur, Monitoring, Notifikasi Real-Time, Telegram

Abstrak

Proses penetasan telur ayam sangat dipengaruhi oleh kestabilan suhu dan kelembapan di dalam inkubator. Pada peternakan ayam kampung milik Bapak Anto di Desa Boak, Kecamatan Moyo Hulu, proses pemantauan masih dilakukan secara manual sehingga peternak harus melakukan pengecekan secara langsung. Cara tersebut kurang efisien karena dapat menyebabkan perubahan suhu dan kelembapan di dalam inkubator serta berisiko menurunkan tingkat keberhasilan penetasan. Selain itu, peternak juga mengalami kesulitan dalam mengetahui kondisi inkubator secara real-time ketika berada di luar lokasi Penelitian ini bertujuan mengembangkan mesin penetas telur berbasis mikrokontroler ESP32 yang mampu melakukan pemantauan suhu, kelembapan, kondisi visual inkubator, serta memberikan notifikasi secara real-time kepada pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan tahapan pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi dan wawancara, dilanjutkan dengan identifikasi kebutuhan, perancangan sistem, pengadaan komponen, perakitan alat, pengujian, serta analisis dan evaluasi. Sistem dikembangkan menggunakan ESP32 sebagai pengendali utama, sensor DHT22 untuk membaca suhu dan kelembapan, ESP32-CAM untuk pemantauan visual, sensor PIR untuk mendeteksi pergerakan, modul relay untuk mengendalikan lampu pemanas dan kipas, serta Telegram sebagai media notifikasi berbasis Internet of Things (IoT). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga suhu inkubator berada pada kisaran 36,2°C–37,9°C dan kelembapan berkisar antara 59,5%- 64,5% sesuai dengan logika kontrol yang diterapkan. Sistem juga berhasil menampilkan kondisi inkubator secara real-time, mengirimkan notifikasi melalui Telegram ketika terjadi aktivitas yang terdeteksi oleh sensor PIR, serta memungkinkan pengguna melakukan pemantauan tanpa harus membuka inkubator secara langsung. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat membantu peternak dalam melakukan pengawasan proses penetasan telur secara lebih efektif, efisien dan mudah diakses dari jarak jauh.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-01