PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK OPINI PUBLIK: STUDI KASUS KERACUNAN MASSAL PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI X (TWITTER)
Kata Kunci:
Media Sosial, Opini Publik, Framing, Agenda Setting, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), TwitterAbstrak
Perkembangan media sosial telah mengubah lanskap komunikasi publik dan memainkan peran penting dalam pembentukan opini masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media sosial, khususnya X (Twitter), berperan dalam membentuk opini publik terhadap kasus keracunan massal yang terjadi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana digital, memanfaatkan data primer berupa cuitan publik dengan tagar terkait seperti #MBGBermasalah dan #KorbanMBG, serta data sekunder dari artikel berita dan publikasi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas opini publik di X bersifat negatif, didominasi oleh framing “kegagalan sistemik pemerintah” yang menyoroti lemahnya pengawasan program. Narasi tersebut diperkuat oleh peran akun media berita dan influencer yang memiliki jangkauan luas, sedangkan upaya klarifikasi pemerintah cenderung kurang efektif. Fenomena spiral of silence juga ditemukan, di mana pengguna dengan pandangan berbeda memilih diam karena dominasi opini mayoritas. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi saluran komunikasi, tetapi juga arena pembentukan dan kompetisi wacana publik yang dapat memengaruhi legitimasi kebijakan pemerintah. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya strategi komunikasi krisis digital yang cepat, transparan, serta peningkatan literasi digital masyarakat untuk mencegah penyebaran disinformasi dan polarisasi opini




