ANALISIS TINGGI MUKA AIR BANJIR SUNGAI MAROS BERDASARKAN SIMULASI HEC-RAS DI SUB DAS MAROS TENGAH
Kata Kunci:
Banjir, HEC-RAS, HSS Nakayasu, Sungai Maros, Tinggi Muka AirAbstrak
Sungai Maros merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Maros yang memiliki peranan penting dalam mengalirkan limpasan dari wilayah daerah aliran sungai menuju hilir. Peningkatan curah hujan, perubahan penggunaan lahan, serta kondisi kapasitas penampang sungai dapat menyebabkan peningkatan debit aliran dan tinggi muka air banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan debit banjir rencana Sungai Maros pada Sub DAS Maros Tengah dan menganalisis tinggi muka air banjir berdasarkan simulasi menggunakan Hydrologic Engineering Center–River Analysis System (HEC-RAS). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data curah hujan harian maksimum selama periode 2006–2025 dari Stasiun Malino, Tanralili, dan Puca. Curah hujan wilayah dihitung menggunakan metode Polygon Thiessen, sedangkan curah hujan rencana ditentukan menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III. Debit banjir rencana dihitung menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu untuk periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100, dan 200 tahun. Selanjutnya, debit banjir digunakan sebagai input dalam pemodelan hidraulika menggunakan HEC-RAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan rencana meningkat seiring bertambahnya periode ulang, dengan nilai berkisar antara 95,50 mm hingga 234,42 mm. Debit puncak hasil HSS Nakayasu juga meningkat dengan bertambahnya periode ulang. Hasil simulasi HEC-RAS menunjukkan bahwa tinggi muka air banjir berbeda pada setiap penampang sungai. Beberapa penampang masih mampu menampung debit banjir, sedangkan pada penampang tertentu terjadi luapan ketika muka air melampaui elevasi tebing. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi pendukung dalam pengelolaan dan pengendalian banjir Sungai Maros.




