EFEKTIVITAS NUGET DAUN KELOR KOMBINASI IKAN LELE TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN BADUTA GIZI KURANG
Kata Kunci:
Nuget Daun Kelor Ikan Lele, Balita Gizi Kurang Usia 12-24 BulanAbstrak
Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Indonesia menurun dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Ini adalah salah satu indikator kesehatan yang dinilai pada Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Namun, prevalensi balita yang underweight meningkat menjadi 17,1% pada tahun 2022 dari 17% pada tahun 2021. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah upaya pemerintah untuk mengatasi masalah kekurangan gizi. Nuget daun kelor dan ikan lele adalah inovasi baru dari PMT yang sangat bernutrisi. Untuk mengetahui pengaruh pemberian nuget daun kelor kombinasi ikan lele terhadap perubahan BB balita gizi kurang usia 12-24 bulan. Jenis penelitia ini adalah quasy experimental dengan rancangan penelitian One group pretest posttest design” Populasi penelitian adalah balita gizi kurang usia 12-24 bulan di Desa Sungapan Kabupaten Pemalang dengan tehnik Simple Random sampling 16 responden balita gizi kurang usia 12-24 bulan. Dengan nilai p value 0,004 artinya ada pengaruh pemberian nuget daun kelor kombinasi ikan lele dalam perubahan berat badan balita gizi kurang usia 12-24 bulan.




