KORELASI BERAT BADAN LAHIR DAN PANJANG BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA USIA 12-24 BULAN
Kata Kunci:
Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir, StuntingAbstrak
Masalah stunting masih menjadi episode panjang masalah kesehatan balita di Indonesia. Angka stunting di Indonesia pada tahun 2022 sebesar 21,6%, sedangkan target di tahun 2024 adalah 14%. Maka dari itu, pencegahan terutama pada 1000 HPK sangat diperlukan, yakni mulai dari bayi dalam kandungan hingga usia 23 bulan. Ibu hamil yang kekurangan nutrisi berisiko melahirkan bayi stunting (< 48 cm) atau berat bayi lahir rendah (BBLR) dengan berat lahir di bawah 2.500 gram. Untuk mengetahui korelasi BB lahir dan PB lahir dengan kejadian stunting pada balita usia 12-24 bulan. Penelitian ini dilakukan secara observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023-Januari 2024. Data balita Stunting diperoleh dari catatan Kohor diperoleh dengan cara pengukuran antropometri, kemudian dihitung nilai Z score berdasarkan indeks BB/U dan TB/U. Jumlah sampel 19 responden balita stunting usia 12-24 bulan di Desa Sungapan Kabupaten pemalang, dengan tehnik total sampling. Analisis univariat dengan distribusi frekuensi tentang BB lahir dan PB lahir, analisa bivariat menggunakan uji pearson correlation. Terdapat sebanyak 15,8% balita stunting usia 12-24 bulan memiliki berat badan lahir rendah dan 84,2% memiliki berat badan lahir normal. Terdapat sebanyak 26,3% balita stunting usia 12-24 bulan lahir dengan panjang <48 cm, 73,7% balita lahir dengan panjang normal. Tidak ada korelasi BB lahir dengan p value 0,911 dan tidak ada korelasi PB lahir dengan kejadian stunting dengan p value 0,929.




