KARAKTERISTIK DAN POLA LUKA KEKERASAN MEKANIK PADA KORBAN HIDUP YANG DI PERIKSA DI BAGIAN INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PIRNGADI MEDAN TAHUN 2024

Penulis

  • Fajar Gunawan Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Adriansyah Lubis Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Doaris Ingrid Marbun Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Dessy Darmayani Harianja Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Ismurrizal Universitas Sumatera Utara Penulis

Kata Kunci:

Karakteristik, Kekerasan Mekanik, Korban Hidup

Abstrak

Pemeriksaan Kedokteran forensik terbagi menjadi dua yaitu pemeriksaan pada korban yang mati, dan pada korban yang hidup. Pemeriksaan Kedokteran forensik pada korban mati dilakukan untuk mengetahui apa yang mungkin telah terjadi terhadap tubuh korban dan apa yang menjadi penyebab kematian korban. Sedangkan sasaran pemeriksaan forensik pada korban hidup dilakukan untuk mencari kejelasan pola luka, dengan mengetahui penyebab luka, lokasi luka, bentuk luka, dan kualifikasi luka. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini mengadopsi metode studi deskriptif dengan pendekatan Retrospective total sampling, dengan sampel penelitian Visum et Repertum korban hidup dengan luka akibat kekerasan mekanik bagian Instalasi Kedokteran Forensik Dan Medikolegal Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel penelitian ini merupakan data Visum et Repertum kekerasan Mekanik pada korban hidup yang diperiksa di bagian Instalasi kedokteran Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan. Angka kejadian Kekerasan mekanik pada Korban Hidup yang diperiksa di di bagian Instalasi kedokteran Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan  2024sebanyak 401 kasus. Berdasarkan klasifikasi usia. mayoritas korban berada pada rentang usia 26-45 tahun,yakni (39,6,%). Berdasarkan klasifikasi jenis kelamin, mayoritas korban adalah jenis kelamin Laki-laki, yakni  (53,6%). Berdasarkan klasifikasi kecamatan tempat kejadian , mayoritas  kecamatan percut sei tua berada, yakni  (25,3%). Berdasarkan klasifikasi lokasi luka, mayoritas lokasi luka berada pada lokasi etremitas atas, yakni  (26,8%). Berdasarkan klasifikasi jenis luka, mayoritas jenis luka adalah luka lecet, yakni  (44,5%). Dan berdasarkan klasifikasi derajat luka, mayoritas derajat luka adalah derajat luka ringan, yakni  (88,7%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan pada tahun 2024 bahwa, klasifikasi usia terbanyak adalah usia 26-45 tahun, jenis kelamin terbanyak adalah Laki-laki, kecamatan tempat kejadian, lokasi luka terbanyak adalah etremitas atas, jenis luka terbanyak adalah luka lecet dan derajat luka terbanyak adalah derajat luka ringan.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-01