HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU TRIMESTER KETIGA DENGAN RISIKO KELAHIRAN PREMATUR

Penulis

  • Satharia Lausiri Universitas Muslim Indonesia Penulis
  • Anna Sari Dewi Universitas Muslim Indonesia Penulis
  • Andi Emilda Universitas Muslim Indonesia Penulis

Kata Kunci:

Hemoglobin, Anemia kehamilan, Trimester ketiga, Kelahiran Prematur, Outcome Perinatal

Abstrak

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan maternal paling umum secara global dan sering terjadi pada trimester ketiga, ketika kebutuhan fisiologis ibu dan janin meningkat. Kadar hemoglobin yang rendah berpotensi menyebabkan hipoksia plasenta dan meningkatkan risiko komplikasi obstetri, termasuk kelahiran prematur. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara anemia maternal dan preterm birth, namun masih terdapat variasi hasil berdasarkan perbedaan populasi, definisi anemia, dan waktu pemeriksaan hemoglobin. Untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin ibu trimester ketiga dengan risiko kelahiran prematur berdasarkan bukti ilmiah terkini dari jurnal nasional dan internasional. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Dari 512 artikel, 22 artikel memenuhi kriteria inklusi yang meliputi populasi ibu hamil trimester ketiga, desain penelitian observasional atau meta-analisis, dan laporan hasil kelahiran prematur. Mayoritas dari 22 artikel menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin rendah (Hb < 11 g/dL) dan peningkatan risiko kelahiran prematur serta outcome neonatal buruk seperti BBLR dan SGA. Penelitian cohort dan meta-analisis (Wang et al., 2025; Beressa et al., 2024; Buciu et al., 2025) melaporkan peningkatan odds PTB pada ibu dengan anemia. Studi nasional juga menguatkan temuan tersebut. Intervensi seperti suplementasi Fe oral maupun intravena terbukti dapat menurunkan risiko prematur (Romani et al., 2025). Kadar hemoglobin rendah pada trimester ketiga berhubungan signifikan dengan risiko kelahiran prematur. Pemeriksaan Hb rutin menjelang persalinan dan penanganan anemia yang adekuat diperlukan sebagai strategi pencegahan komplikasi obstetri dan peningkatan keselamatan ibu-bayi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-01