PERKIRAAN TINGGI BADAN BERDASARKAN PANJANG TULANG FALANG PROKSIMAL III SECARA RADIOLOGI DIGITAL PADA SUKU BATAK

Penulis

  • Gom Gom Butar Butar Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Asan Petrus Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Adriansyah Lubis⁠ Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Nasib Mangoloi Situmorang Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Doaris Ingrid Marbun Universitas Sumatera Utara Penulis

Kata Kunci:

Antropologi Forensik, Identifikasi Forensik, Tinggi Badan, Falang Proksimal III, Suku Batak, Radiologi Digital

Abstrak

Latar belakang: Identifikasi forensik merupakan proses penting dalam menentukan identitas individu, terutama pada kasus jenazah yang tidak utuh akibat bencana, pembunuhan, atau proses dekomposisi lanjut. Salah satu parameter biologis yang sering digunakan dalam identifikasi adalah tinggi badan. Estimasi tinggi badan dapat dilakukan melalui pengukuran bagian tubuh tertentu yang memiliki hubungan proporsional dengan tinggi badan, termasuk tulang falang. Penelitian mengenai estimasi tinggi badan berdasarkan panjang tulang falang masih relatif terbatas, khususnya pada populasi etnis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang tulang falang proksimal III dengan tinggi badan serta menemukan formula estimasi tinggi badan pada populasi suku Batak di Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah 84 orang dewasa suku Batak yang terdiri dari 27 laki-laki dan 57 perempuan. Pengukuran tinggi badan dilakukan menggunakan Wireless Body Height Meter, sedangkan panjang tulang falang proksimal III kanan dan kiri diukur melalui radiologi digital (X-Ray) pada telapak tangan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji korelasi Pearson, serta analisis regresi linear dengan bantuan program SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara panjang tulang falang proksimal III dengan tinggi badan pada laki-laki maupun perempuan dengan nilai p < 0,05. Nilai koefisien korelasi berkisar antara r = 0,405 – 0,971, yang menunjukkan tingkat hubungan sedang hingga sangat kuat. Analisis regresi menunjukkan bahwa semua variabel falang proksimal III dapat digunakan sebagai prediktor tinggi badan. Formula yang paling akurat diperoleh pada variabel falang proksimal III kiri pada perempuan dengan persamaan: TB = 106,122 + 12,134 (FP3LF) ± 4,2613, yang memiliki nilai standard error of estimate (SEE) paling kecil. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa panjang tulang falang proksimal III memiliki hubungan yang signifikan dengan tinggi badan dan dapat digunakan untuk memperkirakan tinggi badan pada populasi suku Batak. Formula yang dihasilkan dalam penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam praktik identifikasi forensik, khususnya pada kasus yang hanya menyisakan bagian tulang tangan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-01