KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DAN KLINIS PASIEN KARSINOMA NASOFARING YANG MENJALANI PENGOBATAN DI RS H. ADAM MALIK MEDAN
Kata Kunci:
Karakteristik, Sosiodemografi, Klinis dan Karsinoma NasofaringAbstrak
Latar Belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) adalah keganasan kepala-leher dengan insidensi tinggi di Asia Tenggara dan sering terdiagnosis pada stadium lanjut akibat gejala awal yang tidak spesifik serta lokasi anatomis yang tersembunyi. KNF berkaitan dengan infeksi Epstein-Barr virus dan memiliki variasi karakteristik klinis. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi case series retrospektif. Penelitian ini dilakukan di RSUP Haji Adam Malik Medan pada bulan Januari 2021 sampai Desember 2025. Populasi adalah seluruh penderita karsinoma nasofaring di divisi Onkologi-Bedah Kepala Leher, Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher sesuai dengan kriteria inklusi yaitu sebanyak 123 pasien dan seluruhnya dijadikan sebagai sampel (total sampling). Analisis Univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi setiap variabel yang bersifat kategorik yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Pasien karsinoma nasofaring didominasi usia 41-50 tahun (36,6%), laki-laki (74,8%), pendidikan SMA (51,2%), bekerja (83,7%), faktor risiko tidak diketahui (65,9%) dan merokok (27,6%); keluhan utama benjolan di leher (46,3%) dan hidung tersumbat (19,5%); gejala penyerta berupa gejala hidung (76,4%), gejala telinga (59,3%), gejala neurologi (65,9%) dan pembesaran KGB leher benjolan leher (72,4%); tipe histopatologi NKSCC (74,8%); T3 (32,5%) dan T4 (35,8%); N2 (50,4%); Stadium III (38,2%) dan Stadium IVa (43,1%); Tatalaksana terbanyak adalah kemoradioterapi (94,3%).




