PERAWATAN GIGI TIRUAN LENGKAP PADA FULL EDENTULOUS DENGAN TULANG ALVEOLAR MANDIBULAR DATAR DAN PENEBALAN MUKOSA ALVEOLINGUAL ANTERIOR
Kata Kunci:
Edentulous, Tulang Alveolar Datar, Penebalan Mukosa, Gigi Tiruan LengkapAbstrak
Latar belakang : Edentulous merupakan kondisi patologis yang memengaruhi kualitas hidup pasien lansia, terkait dengan gangguan fungsi mastikasi, fonasi, estetika, keterbatasan absorbsi nutrisi, sehingga memengaruhi penurunan kualitas hidup. Perawatan kasus full edentulous dengan pembuatan gigi tiruan lengkap, secara signifikan dapat meningkatkan kualitas hidup. Tujuan : Laporan kasus ini bertujuan untuk mendokumentasikan prosedur pembuatan gigi tiruan lengkap resin akrilik pada kasus edentulous maksila dan mandibular, dengan ketinggian tulang alveolar mandibula yang sudah landai dan mengalami penebalan mukosa bagian lingual anterior. Laporan Kasus : Seorang lansia perempuan berusia 70 tahun, datang ke RSGM Soelastri mengeluhkan rasa tidak nyaman saat makan, karena gigi tiruannya sudah patah sejak 1 bulan yang lalu, pasien ingin dibuatkan gigi tiruan baru yang nyaman digunakan untuk makan. Diskusi : Edentulous mengalami resorbsi tulang alveolar dan terjadi penebalan mukosa lingual anterior mandibula, sehingga dapat menyebabkan gangguan retensi pada pembuatan protesa gigi tiruan lengkap. Kaus tersebut dapat diatasi dengan pembuatan gigi tiruan lengkap yang mengutamakan retensi tinggi. Pencetakan model kerja dilakukan dengan teknik selective pressure, sehingga didapatkan anatomi landmark lebih detaile. Try in base plate dilakukan dengan memperhatikan retensi dan stabilisasi. Pengukuran MMR dilakukan dengan memperhatikan bentuk anatomi profil wajah dan kenyamanan pasien. Try in anasir dilakukan dengan memperhatikan oklusi, estetika anatomi, gerakan fungsional dan gerakan artikulasi. Insersi gigi tiruan dilakukan dengan retentif, stabil dan pasien merasa nyaman. Kesimpulan : Gigi tiruan lengkap resin akrilik dapat digunakan dengan nyaman, retentif dan stabil oleh pasien yang mengalami kondisi resorbsi tulang alveolar, hingga ketinggannya termasuk kategori landai dan mengalami penebalan mukosa lingual anterior mandibular.




