KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI MENGENAI DIAGNOSIS PASIEN DENGAN SUSPEK SQUAMOUS PAPILLOMA
Kata Kunci:
Squamous Papilloma, Human Papillomavirus (HPV), Lesi Rongga Mulut, Komunikasi Informasi Dan Edukasi (KIE)Abstrak
Pendahuluan: Squamous papilloma merupakan salah satu lesi jinak pada rongga mulut yang berasal dari proliferasi epitel skuamosa berlapis dan sering dikaitkan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe risiko rendah seperti HPV-6 dan HPV-11. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk memahami mengenai pasien dengan suspek squamous papilloma rongga mulut, meliputi aspek anamnesis mendalam, faktor risiko, pemeriksaan penunjang, etiopatogenesis, tatalaksana, serta pentingnya komunikasi, informasi, dan edukasi dalam menunjang keberhasilan diagnosis serta penatalaksanaan pasien. Laporan Kasus: Pasien laki-laki berusia 50 tahun datang ke RSGM Soelastri dengan keluhan terdapat benjolan kecil bewarna merah keputihan pada area belakang bawah kiri pasien. Pasien mengatakan lesi sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Pasien tidak merasakan keluhan seperti sakit, ngilu, maupun nyeri pada rongga mulut dan belum pernah melakukan perawatan terkait kondisi tersebut. Manajemen Kasus: penggalian anamnesis tidak hanya berfokus pada keluhan utama, tetapi juga mencakup riwayat perilaku seksual, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, riwayat lesi serupa sebelumnya, serta adanya keluhan lain seperti nyeri, perdarahan, disfagia, atau perubahan ukuran lesi. Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pada pasien dengan suspek squamous papilloma dilakukan secara komprehensif agar pasien memahami kondisi yang dialami, penyebab yang mungkin mendasari, pentingnya pemeriksaan lanjutan, serta upaya pencegahan kekambuhan dan penularan. Kesimpulan: Penegakan diagnosis pada kasus ini didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan klinis intraoral, serta pasien diedukasi bahwa kasus ini memerlukan pemeriksaan penunjang berupa biopsi dan histopatologi untuk memastikan diagnosis definitif.




