PERAN RADIOGRAFI PERIAPIKAL SEBAGAI PANDUAN KLINIS DALAM PROSEDUR PERAWATAN SALURAN AKAR PADA GIGI 14 : LAPORAN KASUS
Kata Kunci:
Perawatan Saluran Akar, Radiografi Periapikal, Teknik Tube Shift, Kavitas, Rehabilitasi, Gigi Premolar SatuAbstrak
Pendahuluan : Keberhasilan dalam perawatan saluran akar perlu penegakkan diagnosis yang akurat dan perencanaan perawatan yang baik. Penentuan jumlah, posisi dan ukuran saluran akar dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam perawatan endodontik. Pemeriksaan radiologi dental berperan penting dalam mendeteksi morfologi dan jumlah saluran akar, sehingga rencana perawatan dapat dibuat dengan baik. Radiografi periapikal dengan teknik tube shift mengunakan prinsip SLOB menjadi pilihan dalam melakukan perawatan saluran akar pada gigi yang memiliki morfologi akar lebih dari satu akar. Saluran akar yang tidak terlihat dapat menjadi penyebab kegagalan perawatan. Sehingga, harus mengetahui dan memahami variasi dari morfologi akar setiap gigi. Perawatan saluran akar memerlukan debridemen, desinfeksi dan obturasi yang baik. Tujuan : Melaporkan peran radiografi periapikal sebagai panduan klinis dalam prosedur perawatan saluran akar pada gigi 14. Kasus : Seorang perempuan berusia 23 tahun datang keRSGM Soelastri UMS mengeluhkan terdapat gigi yang berlubang dan mulai menghitam pada kanan atas sejak 2 tahun lalu. Sudah tidak terasa sakit. Belum pernah dilakukan perawatan sebelumnya. Dilakukan pemeriksaan ekstraoral dan intraoral, hasil pemeriksaan ekstra oral menunjukan tidak adanya abnormalitas, pada hasil pemeriksaan intraoral ditemukan terdapat kavitas pada distal gigi 14 meluas hingga oklusal dan perubahan warna pada gigi 14. Hasil pemeriksaan perkusi (-), sondasi (-), vitalitas (-), palpasi (-). Hasil pemeriksaan radiografi periapikal dengan teknik tube shift mengunakan prinsip SLOB didapatkan gambaran radiolusen dari distal oklusal sampai kamar pulpa. Hasil radiografi memperlihatkan terdapat dua akar yang bertumpang tindih yaitu akar palatal dan akar bukal. Kehilangan ligamen periodontal dan lamina dura serta terlihat gambaran radiolusen pada ujung apikal akar dengan batas jelas. Diagnosis pada kasus diatas yaitu nekrosis pulpa disertai periodontitis apikalis asimtomatik. Tatalaksana Kasus : Hasil pemeriksaan klinis terlihat gigi 14 dengan kavitas yang luas pada distal meluas hingga oklusal. Sebelum dilakukan perawatan saluran akar dilakukan pengambilan rotgen periapikal dengan teknik tube shift dengan prinsip SLOB . Pemeriksaan radiografi, terlihat gambaran radiolusensi melibatkan pulpa serta terlihat dua akar yang tumpang tindih yaitu akar bukal dan akar palatal. Dilakukan perawatan saluran akar pada gigi 14 dan pembuatan mahkota jaket, Rehabilitasi gigi dengan mahkota jaket akan memberikan ketahanan dalam jangka panjang. simpulan : Penggunaan radiografi periapikal dengan teknik tube shift dengan prinsip SLOB dapat membantu memberikan diagnosis tepat dan membantu dalam penatalaksanaan dan rehabilitasi gigi dengan akar dua yang akan mempengaruhi dalam keberhasilan perawatan.




