ESTIMASI POST MORTEM INTERVAL (PMI) BERDASARKAN PERKEMBANGAN LALAT HIJAU (FAMILI CALLIPHORIDAE) PADA BANGKAI MENCIT DI AREA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DESA DOLOK MENAMPANG, KECAMATAN DOLOK MASIHUL DAN KOTA SEI RAMPAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI, SUMATERA UTARA

Penulis

  • Gusti Andriani Suhatril Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Agustinus Sitepu Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Doaris Ingrid Marbun Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Asan Petrus Universitas Sumatera Utara Penulis
  • Adriansyah Lubis Universitas Sumatera Utara Penulis

Kata Kunci:

Post-Mortem Interval (PMI), Entomologi Forensik, Chrysomya Megacephala, Calliphoridae, Bangkai Mencit

Abstrak

Pendahuluan : Estimasi post-mortem interval (PMI) merupakan aspek penting dalam investigasi forensik untuk memperkirakan waktu kematian. Selain melalui perubahan fisik dan kimia pada tubuh, estimasi PMI juga dapat dilakukan dengan pendekatan entomologi forensik melalui perkembangan serangga yang berasosiasi dengan bangkai. Lalat dari famili Calliphoridae diketahui sebagai serangga awal yang mengkolonisasi bangkai dan sering digunakan sebagai indikator biologis dalam penentuan PMI. Namun, perkembangan serangga tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sehingga diperlukan data spesifik dari wilayah tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis stadium perkembangan lalat hijau pada bangkai mencit di habitat perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara sebagai dasar estimasi PMI. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan eksperimen lapangan untuk mengamati perkembangan lalat hijau (famili Calliphoridae) pada bangkai mencit (Mus musculus). Penelitian dilakukan di dua lokasi, yaitu area perkebunan kelapa sawit di Desa Dolok Menampang, Kecamatan Dolok Masihul dan area pemukiman di Kota Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pengamatan dilakukan terhadap stadium perkembangan larva hingga pupa, serta pengukuran panjang larva pada setiap fase perkembangan. Data dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan perkembangan larva antara kedua lokasi penelitian. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalat hijau yang ditemukan pada bangkai mencit di kedua lokasi teridentifikasi sebagai Chrysomya megacephala. Analisis uji-t menunjukkan perbedaan signifikan panjang larva pada fase instar I, instar III, dan prepupa (p ≤ 0,05), sedangkan pada fase instar II tidak terdapat perbedaan signifikan. Perkembangan siklus hidup Chrysomya megacephala pada kedua lokasi relatif serupa dengan estimasi waktu perkembangan total sekitar 10 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan lalat hijau dapat digunakan sebagai indikator biologis dalam membantu estimasi PMI pada lingkungan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-01