KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI EROSI GIGI PADA PASIEN GERD DENGAN BRUXISM: LAPORAN KASUS

Penulis

  • Afifah Khoirun Nisa Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis
  • Naviatullaily Yarsiska Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis

Kata Kunci:

Gastroesophageal Reflux Disease, Erosi Gigi, Bruksisme, KIE

Abstrak

Latar Belakang: *Gastroesophageal Reflux Disease* (GERD) adalah gangguan kronis yang dapat menyebabkan manifestasi klinis di luar esofagus, termasuk masalah pada rongga mulut seperti erosi gigi akibat paparan asam lambung yang berulang. Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan parafungsional seperti bruksisme, yang menyebabkan atrisi gigi. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam penatalaksanaan erosi gigi pada pasien GERD dengan bruksisme. Kasus: Seorang wanita berusia 55 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi Soelastri dengan keluhan gigi sensitif, perubahan bentuk gigi, serta gangguan estetika dan fungsi pengunyahan. Anamnesis mengungkapkan adanya riwayat gangguan lambung yang mengarah pada GERD. Menurut keluarganya, pasien juga memiliki kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya kehilangan jaringan keras gigi berupa erosi dan atrisi. Penatalaksanaan Kasus: Penatalaksanaan dilakukan dengan pendekatan KIE, yang mencakup komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai etiologi, faktor predisposisi, hubungan antara GERD dan erosi gigi, modifikasi pola makan, serta pengendalian refluks asam lambung. Kesimpulan: Penanganan kehilangan jaringan keras gigi pada pasien GERD dengan bruksisme memerlukan pendekatan komprehensif yang menggabungkan KIE dan perawatan klinis untuk mencegah perkembangan kerusakan jaringan keras.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-01