PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS UNTUK MENGIDENTIFIKASIMODEL BISNIS LYN COFFEE DI KOTA MEDAN
Kata Kunci:
B2B, B2C, BMC, Kedai Kopi, Model BisnisAbstrak
Lyn Coffee merupakan kedai kopi di Kota Medan yang menjalankan kegiatan bisnis B2B dan B2C. Permasalahan muncul dengan penurunan penjualan diakibatkan adanya PPKM. Meskipun penjualan Lyn Coffee relatif menurun dibandingkan sebelum adanya pandemi Covid-19, Lyn Coffee tetap bertahan dan cenderung mengalami peningkatan di akhir pandemi. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan memetakan model bisnis Lyn Coffee dengan metode Business Model Canvas (BMC) yang bersifat kualitatif berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian ini, diperoleh customer segment yaitu mahasiswa dan kedai kopi sebagai target utama dengan value propositions meningkatkan kinerja pada roasted coffee beans dan sajian kopi dengan rasa buah pada suasana yang nyaman dengan kemudahan transaksi, serta harga yang terjangkau. Memiliki dua channel berupa saluran langsung dan tidak langsung. Lyn Coffee menjalin hubungan baik dengan konsumen dan kedai kopi mitra. Revenue streams berasal dari penjualan B2B sebesar 60% dan B2C 40%. Memiliki empat sumberdaya utama. Key Activities berupa pemilihan bahan baku yang berkualitas dan bermitra dengan pemasok bahan baku, dompet digital, jasa pengiriman online, dan Bank Sumut. Biaya terbesar yaitu gaji karyawan sebesar 25% dan terkecil yaitu biaya pemasaran sebesar 3%.




